Rabu, 23 April 2008

Jangan Galau dan Gelisah

Sobat, kita mesti menyadari bahwa kegelisahan tidak hanya mempecundangi kesenangan yang terbayang di hari esok, tetapi kegelisahan juga telah melucuti kegembiraan yang terpatri hari ini. Jika demikian, maka keyakinan atas pertolongan Allah, kepasrahan kepada-Nya, iman atas qadha dan qadar-Nya, serta tetap menjaga perintah-perintah-Nya merupakan obat penawar yang mampu mengusir kegelisahan dan kesedihan yang bersarang di dalam diri seorang muslim, sehingga asa dan tekad kembali terwujud.
Kita semua tahu bahwa kesulitan hidup dan musibah tidak akan pernah luput dari kehidupan kita. Karena itu, apapun yang terjadi dalam diri kita, sepatutnya kita menghadapinya dengan pikiran jernih bukan dengan pikiran gelisah. Perlu sobat ketahui bahwa kegagalan kita dalam mengatasi problematika yang kita hadapi seringkali diakibatkan oleh ketidakseriusan kita memikirkan solusi itu dan kegelisahan yang berlebihan.
Sobat dapat melihat pribadi-pribadi yang terserang penyakit gelisah ini, di mana ia akan menutup pintu untuk mendiskusikan apapun yang tengah terjadi padanya. Ia menyerah tanpa syarat pada kegelisahan dan kecemasan yang menghantuinya. Ia merasakan bahwa kekhawatiran dan ketakutannya akan terjadi, sehingga tiada berguna untuk memikirkannya.
Hal seperti ini merupakan kesalahan yang fatal dari seorang yang gelisah.
Kala hati disesaki oleh kesedihan yang melampaui batas karena gagal mewujudkan cita-cita –umpamanya-, berusahalah untuk melepaskan belenggu itu. tanamkan optimisme dalam menatap kehidupan, jalani dengan penuh keyakinan, usir kegelisahan, dan persempit ruang geraknya. Tidak ada kesedihan yang akan abadi di dunia ini, semua hanya bersifat sementara dan tidak bertahan lama. Sebesar apapun bencana yang menimpa, semua itu tidak lebih dari pusaran air yang sedang mendidih di dalam periuk. Ia akan berakhir dan berangsur-angsur kembali seperti semula. Ketahuilah bahwasanya diri kita hanyalah bagian terkecil dari alam ini. Karena itu, jangan terlampau memandang besar bencana yang tengah kita hadapi, sebab sebesar apapun permasalahan yang menimpa –dalam pandangan kita- pasti semuanya dapat terselesaikan. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Al-BAqarah [2] : 286)

Minggu, 20 April 2008

Anda Bisa Sukses

Ada dua hal yang menyebabkan Anda sukses, pertama adalah Anda melakukan cara tertentu untuk meraih sukses, kedua Allah mengijinkan Anda untuk sukses.

Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakal berserah diri [12.67]

Meskipun ada faktor nasib disini, tetapi bukan berarti kita tidak harus berusaha, hanya
menunggu nasib dari Allah. Allah sendiri yang memerintahkan kita untuk berusaha. Seperti
didalam firman-Nya:

Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha. [25.47]

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki suatu keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.(ar-Ra’d: 11)

Kita disuruh berusaha, tetapi usaha tertentu yang bisa membuat Anda sukses (bukan sembarang usaha), karena yang menjadikan orang sukses ialah karena mereka melakukan usaha tertentu yang benar yang akan membuat Anda sukses. Bagaimanapun kerasnya Anda berusaha jika usaha yang Anda lakukan salah maka Anda tidak akan berhasil.

Sukses tidak disebabkan oleh lingkungan. Bagaimanapun lingkungan Anda, Anda tetap bisa Anda sukses. Ada orang yang sukses dari lingkungan kota, ada juga dari desa. Jika Anda seorang karyawan, ada juga karyawan yang sukses, jika Anda seorang pengusaha ada pengusaha yang sukses, bahkan jika Anda seorang pemulung, ada juga yang sukses. Meskipun Anda seorang presiden tidak dijamin Anda akan sukses. Sudah ada contoh bahwa seorang presiden mengakhiri hidupnya dengan tragis. Kesimpulannya lingkungan atau profesi tidak menentukan Anda sukses atau tidaknya.

Begitu juga dengan kepandaian maupun gelar tidak menjamin akan sukses. Banyak yang bergelar doktor maupun profesor tidak mendapatkan kesuksesan, tetapi disisi lain lulusan SD ada yang sukses.

Sukses juga tidak ditentukan oleh modal, sudah banyak contoh orang sukses tanpa modal (sukses dalam bisnis). Jadi tidak ada alasan Anda tidak mau mengejar sukses karena terhambat modal. Mendapatkan modal adalah bagian dari langkah menuju sukses, bukan penentu. Karena banyak juga yang sudah punya modal tidak sukses.

Pada intinya Anda bisa sukses tidak peduli dimana Anda berada, tidak peduli apa pendidikan Anda bahkan tidak peduli Anda punya uang atau tidak sekarang. Yang penting Anda mau melakukan cara yang benar untuk meraih sukses.

Timbul pertanyaan, seperti apa cara atau strategi jitu untuk meraih sukses. Anthony Robin
dalam bukunya Langkah Sukses menuliskan langkah jitu untuk meraih sukses yaitu :

  1. Tentukan tujuan yang Anda inginkan. (berhati-hatilah! Kejelasan merupakan modal paling penting.)
  2. Ambillah tindakan (karena kemauan saja tidak cukup)
  3. Periksalah apa yang berhasil dan tidak. (Anda tidak perlu menyia-nyiakan energi untuk pendekatan tidak bermanfaat)
  4. Ubah pendekatan Anda sampai menggapai tujuan (Fleksibilitas memberi Anda kemampuan untuk membuat pendekatan baru dan hasil baru)

Yah, Anda bisa sukses jika menjalankan 4 langkah di atas, Insya Allah. Tetapi ada yang perlu diperhatikan yaitu 4 langkah tersebut diatas adalah langkah-langkah sukses yang umum. Anda memerlukan cara-cara yang lebih spesifik atau penjabaran dari langkah-langkah tersebut yang lebih fokus terhadap sukses yang sedang Anda kejar. Contohnya ialah jika Anda ingin sukses dalam bisnis, tentu saja Anda harus tahu langkah-langkah menjalankan bisnis, jika Anda ingin sukses dalam bidang olah raga maka Anda harus tahu tentang olah raga yang Anda tekuni.

Tetapi jangan takut, jika melakukan 4 langkah diatas, keterampilan yang diperlukan bisa mengikuti. Keterampilan bisa dipelajari. Maka kunci sukses selanjutnya sebagai pelengkap dari empat langkah tersebut adalah kemauan untuk belajar. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Banyak kisah dimana pada usia lanjut masih bisa mendapatkan pengetahuan serta keterampilan baru.

Satu lagi hal penting dalam meraih sukses ialah adanya energi pendorong yang kuat dalam melakukan keempat langkah tersebut. Motivasi. Yah motivasi, tanpa itu tidak akan bisa bergerak. Motivasi ibarat darah dalam tubuh, motivasi ibarat bensin dalam mobil yang menjadikannya bergerak. Semakin besar atau semakin kuat motivasi Anda akan semakin besar kemungkinan Anda untuk berhasil.

Seorang mujahid tidak gentar dengan berbagai senjata lawan yang dia hadapi. Bahkan tidak jarang kekuatan lawan yang jauh tidak seimbang. Tetapi pada kenyataan seorang mujahid pantang mundur terus bergerak. Kenapa? Tentu karena mempunyai motivasi yang sangat kuat untuk meraih ridha illahi sehingga mampu mendorong dia untuk menembus segala rintangan dan halangan bahkan dengan nyawa taruhannya.

Jika Anda ingin sukses Anda harus mempunyai motivasi yang besar untuk meraih sukses tersebut. Dan motivasi terbesar, tidak terbatas serta mulia ialah motivasi menggapai ridha illahi. Berperang di medan tempur, mengentaskan kemiskinan, mencerdaskan umat, memberantas kelaparan, memberantas oknum-oknum yang kotor, dan sebagainya akan terasa berat tanpa motivasi menggapai ridha illahi.

Melakukan empat langkah di atas ditambah motivasi yang kuat akan membawa Anda kepada kesuksesan, kecuali Allah menghendaki lain. Teruslah berusaha karena Allah memang menyuruh kita berusaha, tentang hasil kita serahkan saja kepada Allah. Jika motivasi kita mulia, berhasil tidak berhasil kita akan mendapatkan balasan dari Allah jika kita telah berusaha seoptimal kita.